FREE ONGKIR*!! Area Bandung, Tanpa Minimum Order.

Amankah Puasa Ramadhan bagi Penderita GERD?

Aman kah puasa Ramadhan bagi penderita GERD? Ketahui risiko, manfaat, dan cara berpuasa agar asam lambung tetap terkontrol.
Ditulis oleh :
Pakar Nutrisi
Anggraeni Nuraeni
Anggraeni lulus dari bla bla bla bla dan telah bekerja sebagai nutritionist selama kurang l
Editorial oleh :
SEO Specialist
Widi Widiyanti
Pembicara SEO di berbagai event nasional dan internasional
Tisya Nutritionist Dietplus
Ditulis oleh :
Nutritionist
Tisya Aisyah Chaerunnisa

Ahli gizi bersertifikasi Dietplus yang sangat tertarik dengan dunia kesehatan dan produksi makanan.

Editorial oleh :
SEO Specialist
Widiyanti Rusana
Praktisi SEO berpengalaman luas dalam bidang optimasi mesin pencari (SEO) dan digital marketing, juga menjadi pembicara di berbagai SEO Event skala lokal & global.
Amankah Puasa Ramadhan bagi Penderita GERD
Bagikan :
Artikel terakhir diperbaharui pada 18-Feb-2026
Intisari Artikel Ini :

ZenPlus, puasa bisa aman untuk GERD ringan hingga sedang selama gejala stabil dan pola makan terkontrol. Kuncinya bukan sekadar menahan lapar, tetapi mengatur porsi, jenis makanan, dan jarak makan dengan tidur. Pada sebagian orang, perubahan pola saat puasa justru membantu mengontrol asam lambungβ€”asal dijalankan dengan cara yang tepat.

Manfaat Membaca Artikel Ini untuk ZenPlus:

  • Memahami apakah puasa aman untuk GERD Anda
  • Mengetahui pemicu kambuh yang perlu dihindari
  • Mendapat panduan sahur & berbuka yang ramah lambung
  • Lebih tenang dan percaya diri menjalani puasa

Halo ZenPlus, tidak terasa sebentar lagi memasukan bulan suci Ramadhan, ya.

Buat ZenPlus yang punya GERD, mungkin mulai muncul pertanyaan:
β€œAman nggak ya kalau puasa?”
Soalnya selama ini sering dengar anjuran makan teratur supaya asam lambung nggak naik.

Di sisi lain, ada juga yang bilang waktu Ramadhan justru gejalanya lebih jarang kambuh.

Jadi sebenarnya, puasa ini aman atau berisiko untuk GERD?

Apakah Puasa Ramadan Aman untuk Penderita GERD?

Makan dalam porsi besar sekaligfus saat berbuka puasa bisa memicu GERD kambuh
Makan dalam porsi besar sekaligfus saat berbuka puasa bisa memicu GERD kambuh (Sumber: freepik)

Puasa bisa aman bagi penderita GERD ringan hingga sedang, selama gejala stabil dan pola makan diatur dengan tepat.

GERD bukan sekadar karena lambung kosong, tetapi akibat naiknya asam lambung karena gangguan katup LES (Lower Esophageal Sphincter).

Yang perlu diperhatikan bukan hanya β€œboleh atau tidak puasa”, tetapi cara menjalankannya.

Beberapa hal yang bisa memicu GERD kambuh saat puasa:

  • Makan dalam porsi besar sekaligus saat berbuka
  • Konsumsi gorengan dan makanan tinggi lemak berlebihan
  • Minum kopi berlebihan saat sahur
  • Langsung berbaring atau tidur setelah makan
  • Berat badan berlebih yang meningkatkan tekanan lambung

Jika lambung terlalu penuh dalam waktu singkat, asam lebih mudah naik ke kerongkongan.

Jadi, efek puasa terhadap GERD sangat bergantung pada pengaturan porsi, jenis makanan, dan jarak makan dengan tidur.

Mengapa Gejala GERD Bisa Membaik Saat Puasa?

Frekuensi makan lebih teratur saat berpuasa
Frekuensi makan lebih teratur saat berpuasa (Sumber: freepik)

Tapi pada sebagian orang, gejala GERD justru terasa lebih stabil saat menjalankan puasa. Kok bisa? Alasannya sering kali bukan karena puasanya menyembuhkan, tetapi karena pola makan berubah:

  • Frekuensi makan lebih terstruktur
  • Camilan berkurang
  • Porsi lebih terkendali
  • Berat badan bisa turun

Ketika tekanan di dalam lambung berkurang dan berat badan membaik, risiko asam lambung naik juga menurun.

Yang membantu adalah perubahan gaya hidupnya, bukan sekadar menahan lapar.

Pola Puasa yang Lebih Ramah untuk Lambung

Jika Anda memiliki GERD dan ingin tetap berpuasa, beberapa prinsip ini bisa membantu:

πŸŒ™ Jangan melewatkan sahur

Jangan lewatkan sahur saat berpuasa
Jangan lewatkan sahur saat berpuasa (Sumber: freepik)

Sahur membantu menjaga kestabilan energi dan mengurangi risiko ketidaknyamanan akibat lambung kosong terlalu lama.

πŸŒ™ Berbuka secara bertahap

Berbuka dengan yang ringan seperti kurma dan air mineral terlebih dahulu
Berbuka dengan yang ringan seperti kurma dan air mineral terlebih dahulu (Sumber: freepik)

Mulai dengan air putih dan makanan ringan, beri jeda sebelum makan utama.

πŸŒ™ Batasi makanan tinggi lemak dan terlalu pedas

Batasi makanan tinggi lemak dan pedas
Batasi makanan tinggi lemak dan pedas (Sumber: freepik)

Karena lemak tinggi dapat memperlambat pengosongan lambung.

πŸŒ™ Beri jarak 2–3 jam sebelum tidur
Ini membantu mencegah asam lambung naik saat posisi berbaring.

Durasi puasa di Indonesia sekitar 13–14 jam, dan pada banyak kasus masih bisa ditoleransi oleh penderita GERD ringan yang terkontrol.

Jika GERD Membaik Saat Puasa, Perlukah Dilanjutkan?

Jika selama puasa gejala GERD terasa lebih jarang kambuh, biasanya yang berperan adalah:

  • Porsi makan yang lebih terkendali
  • Berat badan yang menurun
  • Jam makan yang lebih teratur

Yang perlu dipertahankan adalah kebiasaan sehat tersebut, bukan harus berpuasa ekstrem dalam jangka panjang.

Beberapa orang boleh mencoba pola puasa ringan 12–14 jam, tetapi tidak perlu memaksakan durasi panjang jika justru memicu perih atau mual.

Puasa bukan terapi medis untuk menyembuhkan GERD, tetapi pengaturan pola makan dan berat badan yang baik memang dapat membantu mengontrol gejalanya.

Program Dietplus untuk GERD

Top of FormPuasa memang tidak menyembuhkan GERD secara langsung.
Namun, dengan pola makan yang tepat, porsi terkontrol, dan komposisi yang lebih ramah lambung, gejala bisa jauh lebih stabil.

Artinya, yang Anda butuhkan bukan menahan lapar, tetapi pengaturan makan yang benar dan terarah.

Di Dietplus, kami menyediakan program khusus untuk GERD yang dirancang oleh ahli gizi dengan komposisi real food dan porsi seimbang, supaya lambung tetap nyaman selama puasa.

ZenPlus juga bisa konsultasi gratis dengan ahli gizi Dietplus untuk menyesuaikan kebutuhan Anda. Klik tombol di bawah ini ya 😊

Info Catering Sehat Dietplus Minggu Ini
Info Menu & Program
Anda akan terhubung dengan whatsapp ahli gizi Dietplus Indonesia
Promo Dietplus 49kPromo Dietplus 49k
Tisya Nutritionist Dietplus
Ditulis oleh :
Nutritionist
Tisya Aisyah Chaerunnisa

Ahli gizi bersertifikasi Dietplus yang sangat tertarik dengan dunia kesehatan dan produksi makanan.

Editorial oleh :
SEO Specialist
Widiyanti Rusana
Praktisi SEO berpengalaman luas dalam bidang optimasi mesin pencari (SEO) dan digital marketing, juga menjadi pembicara di berbagai SEO Event skala lokal & global.
Daftar Isi :
Promo Dietplus 49kPromo Dietplus 49k
Daftar Isi Artikel