Opens in a new tab
FREE ONGKIR*!! Area Bandung, Tanpa Minimum Order.

Real Food dan Clean Food, Apa Bedanya? Jangan Bingung Lagi!

Pahami perbedaan real food dan clean food agar tidak bingung memilih makanan sehat. Intip cara tepat mengatur pola makan bersama Dietplus di sini!
Ditulis oleh :
Pakar Nutrisi
Anggraeni Nuraeni
Anggraeni lulus dari bla bla bla bla dan telah bekerja sebagai nutritionist selama kurang l
Editorial oleh :
SEO Specialist
Widi Widiyanti
Pembicara SEO di berbagai event nasional dan internasional
Winda Head Nutritionist of Dietplus Indonesia
Ditulis oleh :
Head of Nutritionist
Winda Nur Aisyah

Ahli gizi bersertifikasi yang sudah berpengalaman 10 tahun merancang menu yang seimbang dan bergizi, memastikan setiap hidangan mendukung kesehatan pelanggan.

Editorial oleh :
SEO Specialist
Widiyanti Rusana
Praktisi SEO berpengalaman luas dalam bidang optimasi mesin pencari (SEO) dan digital marketing, juga menjadi pembicara di berbagai SEO Event skala lokal & global.
Real Food dan Clean Food, Apa Bedanya Jangan Bingung Lagi
Bagikan :
Artikel terakhir diperbaharui pada 06-Oct-2026
Intisari Artikel Ini :

Real food dan clean food punya fokus yang berbeda. Real food lebih melihat jenis dan bentuk dasar bahan makanan, sedangkan clean eating lebih menyoroti cara memilih dan mengolah makanan. Tidak perlu terobsesi dengan label “bersih”, karena pola makan sehat tetap perlu mempertimbangkan porsi, nutrisi, cara pengolahan, dan kebutuhan tubuh secara keseluruhan.

Manfaat Membaca Artikel

  • Memahami perbedaan real food dan clean food.
  • Meluruskan miskonsepsi seputar makanan yang dianggap bukan real food.
  • Mengetahui pengaruh cara memasak terhadap nutrisi makanan.
  • Membantu ZenPlus memilih pola makan sehat yang lebih realistis dan seimbang.

Belakangan ini, makin banyak orang yang mulai sadar pentingnya menjaga pola makan. Fenomena ini bikin istilah real food dan clean food makin sering wira-wiri di media sosial. Tapi jujur saja, masih banyak yang bingung membedakan keduanya.

Contoh paling gampang adalah ayam goreng. Banyak yang menganggap ayam goreng itu otomatis bukan real food cuma gara-gara dimasak dengan cara digoreng. Padahal, bahan utamanya tetaplah daging ayam segar yang tergolong real food. Yang bikin beda sebenarnya ada pada proses memasaknya. Kalau digoreng memakai metode deep-fried dengan minyak melimpah, hidangan tersebut mungkin sudah bergeser dari prinsip clean eating.

Dari sini kelihatan jelas kalau real food dan clean food sebenarnya menyoroti dua sudut pandang yang berbeda. Supaya tidak salah kaprah lagi, yuk kita bedah satu per satu!

Apa Itu Real Food?

Beberapa contoh real food
Beberapa contoh real food (Sumber: Dietplus)

Sederhananya, real food adalah makanan yang berasal dari bahan pangan utuh tanpa banyak melewati proses pabrikasi atau tambahan zat aditif.

Bahan-bahannya sangat dekat dengan isi dapur kita sehari-hari: nasi, kentang, telur, ayam, ikan, daging, sayuran, buah-buahan, sampai kacang-kacangan.

Tapi ingat, makanan tidak harus selalu dimakan mentah, direbus, atau dikukus supaya bisa dicap real food. Daging ayam yang digoreng tidak mendadak berubah jadi plastik, kan? Begitu juga dengan telur mata sapi atau ikan bakar. Cara memasak memang bisa mengubah jumlah kalori, lemak, maupun nutrisinya, tetapi itu bahasan yang berbeda dari status bahan dasarnya.

Perlu dicatat juga ya, ZenPlus, istilah real food ini bukanlah klasifikasi medis dengan aturan yang kaku. Jadi, kita tidak perlu repot-repot memberi label “makanan asli” atau “makanan palsu” pada setiap piring yang mau kita makan.

Lalu, Apa Bedanya dengan Clean Food?

Beberapa contoh clean food
Beberapa contoh clean food (Sumber: Dietplus)

Kalau real food lebih fokus pada jenis bahan makanannya, konsep clean eating justru lebih menyoroti cara memilih dan mengolah makanan tersebut.

Secara umum, clean eating mengutamakan penggunaan bahan pangan utuh dengan pengolahan yang minim, serta membatasi konsumsi gula tambahan, garam, dan lemak jenuh.

Coba kita bandingkan kentang rebus dan kentang goreng. Keduanya jelas-jelas berasal dari bahan dasar yang sama, yaitu kentang segar (real food). Namun, begitu kentang diiris dan digoreng dalam minyak panas serta ditaburi banyak garam, profil gizinya langsung berubah drastis. Kalori, lemak, dan natriumnya melonjak tinggi. Jadi, bahannya bisa saja sama, tetapi pengolahannya yang menentukan apakah hidangan itu tergolong clean atau tidak.

Apakah Makan Sehat Harus Selalu “Clean”?

Ini poin penting yang sering bikin orang stres.

Setelah paham istilah ini, ZenPlus jangan sampai malah jadi takut makan. Makan ayam goreng, kentang goreng, atau camilan kesukaan sesekali tidak akan langsung merusak seluruh pola makan Anda.

Daripada terobsesi mengejar makanan yang 100% “bersih”, jauh lebih bijak kalau Anda memperhatikan pola makan secara menyeluruh: perhatikan porsi, frekuensi makan, variasi nutrisi, kecukupan protein dan serat, hingga total kebutuhan kalori harian. Soalnya, makanan yang kelihatan super sehat pun bisa membawa dampak buruk kalau porsinya kelewatan.

Jadi, Mana yang Harus Dipilih?

Kabar baiknya, Anda tidak perlu pusing memilih salah satu. Kuncinya cukup utamakan bahan makanan minim proses, pilih metode masak yang lebih sehat sesering mungkin, dan tetap kontrol porsinya.

Prinsip seimbang inilah yang selalu diterapkan di Dietplus. Seluruh menu Dietplus dirancang menggunakan bahan real food, disusun langsung oleh ahli gizi dengan porsi dan komposisi nutrisi terukur, tanpa mengorbankan rasa yang lezat.

Dietplus menyediakan berbagai pilihan program sesuai target Anda, mulai dari Weight Management, Fitness, pendampingan kondisi medis, hingga program khusus ibu hamil dan menyusui.

Jadi, ZenPlus tidak perlu bingung lagi memikirkan istilah diet yang makin beragam. Yang paling utama adalah menemukan pola makan sehat yang enak, seimbang, dan bisa dijalani secara konsisten tanpa rasa menyiksa.

Yuk, konsultasi gratis dengan tim gizi Dietplus atau cek daftar menu lezat minggu ini dengan klik tombol di bawah!

Info Catering Sehat Dietplus Minggu Ini
Info Menu & Program
Anda akan terhubung dengan whatsapp ahli gizi Dietplus Indonesia
Promo Bandung 60kBanner Promo Healthy Mode
Winda Head Nutritionist of Dietplus Indonesia
Ditulis oleh :
Head of Nutritionist
Winda Nur Aisyah

Ahli gizi bersertifikasi yang sudah berpengalaman 10 tahun merancang menu yang seimbang dan bergizi, memastikan setiap hidangan mendukung kesehatan pelanggan.

Editorial oleh :
SEO Specialist
Widiyanti Rusana
Praktisi SEO berpengalaman luas dalam bidang optimasi mesin pencari (SEO) dan digital marketing, juga menjadi pembicara di berbagai SEO Event skala lokal & global.
Daftar Isi :
Promo Bandung 60kBanner Promo Healthy Mode
Daftar Isi Artikel