Artikel ini membantu ZenPlus memahami perbedaan lari, padel, dan angkat beban dalam mendukung diet. Setiap olahraga punya cara kerja dan manfaat yang berbeda di tubuh, sehingga hasilnya pun tidak bisa disamakan.
Penurunan berat badan yang efektif bukan soal olahraga mana yang paling capek, tapi mana yang bisa dilakukan konsisten. Dengan kombinasi olahraga yang tepat dan pola makan terarah, hasil diet akan terasa lebih optimal dan bertahan lebih lama.
Manfaat Membaca Artikel Ini
- Lebih paham cara kerja lari, padel, dan angkat beban
- Membantu memilih olahraga yang paling cocok & realistis
- Nggak lagi bingung ikut tren olahraga
- Paham kenapa kombinasi olahraga lebih efektif
- Lebih siap memaksimalkan diet dengan pola makan yang tepat
ZenPlus, makin ke sini info soal olahraga malah bikin bingung, ya.
Di satu sisi, banyak influencer bilang, “kalau mau cepat kurus, lari aja.”
Di sisi lain, ada teman yang cerita, “padel tuh capek tapi fun, keringetan banget lho.”
Belum lagi yang meyakinkan, “angkat beban itu kunci, otot kan mesin pembakar lemak.”
Semua terdengar masuk akal. Tapi karena semuanya benar dari sudut pandang masing-masing, akhirnya muncul satu pertanyaan klasik: sebenernya mana sih yang paling efektif buat nurunin berat badan?
Daripada menebak-nebak dan bingung, yuk kita bahas satu per satu cara kerjanya di tubuh.
Lari: Cardio Klasik dengan Pembakaran Kalori Tinggi

Lari itu jenis cardio klasik. Saat lari, jantung kerja lebih keras, napas makin cepat, dan tubuh butuh energi besar dalam waktu singkat. Itulah kenapa kalori bisa “keluar” cukup banyak.
Tapi lari bukan soal makin kencang makin bagus, lho.
Yang justru efektif itu lari di intensitas cukup menantang masuk dalam heart rate zona 2.
Catatannya kecil tapi penting:
- Kalau terlalu santai, efeknya minim
- Kalau terlalu memaksa, cepat capek dan susah konsisten
- Buat sebagian orang, lutut atau sendi bisa mulai protes
Jadi, lari memang bisa membantu penurunan berat badan, asal pas porsinya dan bisa dilakukan rutin, bukan karena ikut-ikutan target orang lain.
Padel: Cardio Interval yang Fun dan Dinamis

Padel sering dianggap cuma olahraga seru-seruan. Padahal dari sisi tubuh, padel termasuk cardio interval.
Gerakannya naik-turun:
- sprint pendek
- geser cepat
- jeda sebentar
- lalu aktif lagi
Pola ini bikin denyut jantung naik turun berulang, dan itu bagus untuk kebugaran sekaligus pembakaran energi.
Yang bikin padel menarik tuh satu hal sederhana: orang jarang sadar kalau lagi olahraga serius. Karena fun dan sosial, banyak ZenPlus justru:
- main lebih lama
- lebih betah
- nggak gampang bosan
Catatannya?
- Intensitasnya bisa naik turun tergantung permainan
- Kadang terlalu santai kalau kebanyakan nunggu bola
Artinya, padel bisa efektif banget kalau mainnya aktif dan rutin.
Strength Training: Bukan Instan, Tapi Efeknya Panjang

Nah, ini yang sering bikin salah paham. Banyak ZenPlus mulai angkat beban, lalu mikir, “Kok berat badan nggak turun-turun sih?”
Padahal, latihan beban memang kerjanya beda.
Strength training memberi sinyal ke tubuh untuk:
- mempertahankan otot
- membentuk jaringan yang lebih padat
- menjaga metabolisme tetap aktif
Akibatnya, bisa saja lemak turun tapi otot terbentuk. Secara angka, berat terasa stagnan. Tapi secara bentuk, tubuh biasanya mulai lebih kencang.
Catatan jujurnya:
- Hasilnya nggak instan
- Butuh waktu dan konsistensi
- Tapi penting banget buat hasil jangka panjang
Kalau lari dan padel bantu “keluarin energi”, strength training bantu menjaga kualitas tubuhnya.
Jadi, Mana yang Paling Efektif?
Kalau disimpulkan sederhana:
- Lari → cepat bantu pembakaran energi
- Padel → bikin aktif tanpa terasa berat
- Strength training → bikin hasil lebih stabil dan tahan lama
Tapi kalau ditanya mana yang paling efektif, jawabannya bukan memilih satu.
Pendekatan yang paling baik adalah:
kombinasi cardio (lari atau padel) + strength training.
Cardio bantu defisit energi. Strength training jaga komposisi tubuh.
Keduanya saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
Turun Berat Badan Itu Soal Apa Sebenarnya?

Dari sudut pandang ahli gizi, penurunan berat badan bukan soal olahraga mana yang paling viral. Intinya tetap satu: defisit kalori.
Olahraga bantu meningkatkan pengeluaran energi dan menjaga metabolisme. Tapi perlu diingat, lemak tubuh nggak selalu langsung kelihatan di timbangan, lho. Kadang lemak turun, tapi berat terasa gitu-gitu aja karena tubuh lagi beradaptasi dan rekomposisi.
Makanya, olahraga saja sering terasa “kurang cukup”.
Hasil yang nyata biasanya datang dari aktivitas fisik yang tepat, pola makan yang terarah, dan konsistensi.
Di Sini Peran Pola Makan Menjadi Penentu
ZenPlus, memilih olahraga itu penting. Tapi dalam praktiknya, yang paling sering bikin diet gagal justru urusan pola makan.
Dietplus hadir untuk bantu dari sisi yang paling menentukan:
- Porsi dan kalori terukur
- dirancang ahli gizi bersertifikat
- rasa enak dan real food
- praktis buat mendukung gaya hidup aktif
Kalau pola makannya sudah lebih tertata, olahraga apa pun yang ZenPlus pilih bakal terasa lebih efektif, deh.
Klik tombol dibawah ini untuk konsultasi dengan ahli gizi DietPlus GRATIS! 💚








