Artikel ini membahas lima kesalahan umum saat mulai olahraga untuk menurunkan berat badan, mulai dari mindset yang keliru, terlalu fokus ke hasil cepat, hingga strategi makan dan olahraga yang kurang tepat. Dengan memahami kesalahan ini, ZenPlus bisa membangun kebiasaan olahraga dan pola makan yang lebih realistis dan berkelanjutan.
Manfaat Membaca Artikel Ini untuk ZenPlus
- Meluruskan mindset olahraga & diet
- Menghindari kesalahan pemula
- Membantu fokus ke konsistensi jangka panjang
- Membuat hasil olahraga lebih efektif
Awal tahun sering jadi momen “new year, new me”. Banyak ZenPlus yang tiba-tiba semangat daftar gym, ikut kelas pilates, yoga, padel, mulai lari pagi, sampai tertarik hyrox. Targetnya satu: body goals. Mau lebih kurus, lean, atau kelihatan lebih toned.
Niatnya bagus banget. Tapi faktanya, nggak sedikit yang berhenti di tengah jalan. Bukan karena malas, tapi karena salah strategi sejak awal. Dari sudut pandang ahli gizi Dietplus, ada beberapa kesalahan umum yang sering banget terjadi saat orang mulai olahraga untuk menurunkan berat badan.
Yuk, kita bahas satu per satu.
1. Kesalahan Mindset: Makan Bebas Karena Sudah Olahraga

Ini kesalahan paling sering dan paling “nggak kerasa”.
Banyak orang berpikir, “Kan sudah olahraga, jadi makan apa aja nggak apa-apa.” Padahal, olahraga bukan penghapus kalori. Olahraga itu membentuk tubuh agar lebih kuat, lebih fit, dan lebih efisien menggunakan energi.
Justru saat Anda rutin olahraga, tubuh akan makin pintar mengatur energi. Kalau pola makannya tetap asal, hasilnya sering kali:
- Berat badan stagnan
- Badan terasa lebih kuat, tapi lemak nggak banyak berkurang
- Atau malah BB naik tanpa sadar
Olahraga itu ibarat mesin, sedangkan makanan adalah bahan bakarnya. Mesin bagus tanpa bahan bakar yang tepat, hasilnya nggak maksimal.
2. Terlalu Fokus ke Hasil Cepat (1–2 Minggu)

Ini juga sering bikin orang kecewa.
Baru olahraga satu atau dua minggu, timbangan belum turun, baju belum longgar, lalu mulai mikir, “Kayaknya nggak ngaruh deh.” Akhirnya semangat turun, jadwal bolong, dan berhenti pelan-pelan.
Padahal ZenPlus perlu tahu, body goals itu bukan proyek jangka pendek. Tubuh butuh waktu untuk:
- Beradaptasi dengan aktivitas baru
- Mengatur ulang metabolisme
- Membentuk kebiasaan sehat
Perubahan yang sehat dan tahan lama itu datang dari konsistensi, bukan dari usaha singkat. Kalau tujuannya cuma 1–2 minggu, biasanya hasilnya juga cuma bertahan sebentar.
Olahraga dan pola makan seharusnya jadi lifestyle, sesuatu yang realistis untuk dijalani dalam jangka panjang.
3. Olahraga Terlalu Keras di Awal

Karena semangat, banyak yang langsung gas pol:
- Gym tiap hari
- Cardio panjang tanpa jeda
- Ikut semua kelas yang ada
Masalahnya, tubuh belum tentu siap. Akibatnya:
- Badan cepat capek
- Lapar berlebihan
- Recovery buruk
- Risiko cedera naik
Dari sisi gizi, kondisi ini sering bikin orang jadi “balas dendam” makan. Ujung-ujungnya defisit kalori nggak kejaga, dan olahraga malah terasa menyiksa.
Ingat, konsistensi ringan jauh lebih efektif daripada semangat ekstrem tapi cuma bertahan dua minggu.
4. Salah Atur Makan Sebelum & Sesudah Olahraga

Kesalahan ini sering dianggap sepele.
Ada yang olahraga dalam kondisi terlalu lapar, berharap lemaknya lebih cepat terbakar. Ada juga yang setelah olahraga merasa “pantas” makan apa saja sebagai reward.
Padahal, makan sebelum dan sesudah olahraga itu strategi yang penting juga lho diperhatikan. Nutrisi yang tepat bantu:
- Energi lebih stabil saat latihan
- Pemulihan otot lebih baik
- Hasil olahraga lebih maksimal
Kalau timing dan porsinya salah, olahraga jadi kurang optimal dan bikin progres terasa lambat.
5. Ikut Tren, Bukan Kebutuhan Tubuh

Padel, pilates, yoga, lari, hyrox — semuanya bagus. Tapi belum tentu semuanya cocok untuk setiap orang.
Sering kali orang ikut tren tanpa mempertimbangkan:
- Berat badan awal
- Kondisi sendi
- Level kebugaran
Padahal, olahraga terbaik adalah yang bisa Anda jalani secara rutin, bukan yang paling viral atau kelihatan keren di media sosial.
Lengkapi Olahraga dengan Pola Makan yang Terarah
ZenPlus, olahraga memang penting. Tapi olahraga bukan jalan pintas untuk body goals. Ia adalah fondasi untuk tubuh yang lebih kuat, sehat, dan efisien.
Kalau olahraga dipadukan dengan pola makan yang terarah dan realistis, hasilnya bukan cuma angka di timbangan, tapi perubahan kualitas hidup yang bisa bertahan lama.
Di sinilah Dietplus berperan. Dietplus menyediakan berbagai program catering sehat yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda — mulai dari penurunan berat badan, bulking, hingga program medis dengan pendampingan ahli gizi. Jadi, Anda bisa fokus olahraga tanpa pusing mikirin makanannya.
👉 Klik tombol di bawah untuk konsultasi dengan ahli gizi Dietplus. GRATIS!








