FREE ONGKIR*!! Area Bandung, Tanpa Minimum Order.

Takjil Ramah Gula Darah untuk Diabetesi Saat Puasa

Panduan diabetesi berbuka puasa dengan manis tanpa lonjakan gula darah. Ketahui pilihan takjil ramah diabetes dan tips menjaga energi tetap stabil.
Ditulis oleh :
Pakar Nutrisi
Anggraeni Nuraeni
Anggraeni lulus dari bla bla bla bla dan telah bekerja sebagai nutritionist selama kurang l
Editorial oleh :
SEO Specialist
Widi Widiyanti
Pembicara SEO di berbagai event nasional dan internasional
Tisya Nutritionist Dietplus
Ditulis oleh :
Nutritionist
Tisya Aisyah Chaerunnisa

Ahli gizi bersertifikasi Dietplus yang sangat tertarik dengan dunia kesehatan dan produksi makanan.

Editorial oleh :
SEO Specialist
Widiyanti Rusana
Praktisi SEO berpengalaman luas dalam bidang optimasi mesin pencari (SEO) dan digital marketing, juga menjadi pembicara di berbagai SEO Event skala lokal & global.
Bagikan :
Artikel terakhir diperbaharui pada 27-Feb-2026
Intisari Artikel Ini :

Jargon berbuka dengan yang manis tidak perlu dihindari sepenuhnya oleh diabetesi. Kuncinya adalah memilih sumber manis alami, menjaga porsi, dan berbuka secara bertahap agar gula darah tetap stabil dan tubuh terasa nyaman selama Ramadhan.

✨ Manfaat Membaca Artikel

  • Memahami risiko takjil manis bagi gula darah
  • Mengetahui sumber manis yang lebih ramah tubuh
  • Mendapat ide takjil diabetesi friendly
  • Belajar cara berbuka bertahap agar energi stabil
  • Menemukan solusi menu sahur & berbuka yang lebih praktis

ZenPlus, jargon “berbuka dengan yang manis” rasanya sudah jadi bagian dari tradisi Ramadhan. Segelas teh manis hangat atau semangkuk kolak sering terasa menenangkan setelah seharian berpuasa.

Namun bagi Anda yang hidup dengan diabetes atau gula darah sensitif, kalimat ini kadang memunculkan dilema. Ingin menikmati momen berbuka seperti orang lain, tapi juga khawatir gula darah melonjak.

Kabar baiknya, berbuka dengan rasa manis tetap bisa dinikmati. Kuncinya ada pada jenis manis, porsi, dan cara berbuka yang lebih mindful.

Kenapa Setelah Puasa Tubuh Menginginkan yang Manis

Lonjakan gula darah membuat ngantuk sehabis berbuka puasa
Lonjakan gula darah membuat ngantuk sehabis berbuka puasa (Sumber: AI generated)

Setelah berpuasa cukup lama, tubuh memang membutuhkan energi. Rasa manis sering terasa paling memuaskan karena cepat memberi energi.

Masalah muncul ketika manis berasal dari gula sederhana dalam jumlah besar. Penyerapan yang terlalu cepat dapat memicu:

  • Lonjakan gula darah
  • Rasa lemas setelah makan
  • Cepat lapar kembali
  • Ngantuk atau tidak nyaman setelah berbuka

Di sinilah pentingnya memilih sumber manis yang dilepas lebih bertahap oleh tubuh.

Takjil Manis yang Perlu Lebih Diperhatikan

Takjil berbuka puasa yang tinggi gula sederhana
Takjil berbuka puasa yang tinggi gula sederhana (Sumber: AI generated)

Bukan berarti tidak boleh sama sekali, tetapi beberapa takjil manis berikut cenderung cepat meningkatkan gula darah jika dikonsumsi berlebihan saat perut kosong:

  • Minuman sirup atau teh manis pekat
  • Kolak dengan gula tambahan tinggi
  • Dessert manis dengan topping gula atau susu kental manis
  • Kombinasi gorengan dan minuman manis

Jika ingin tetap menikmatinya, Anda bisa mempertimbangkan porsi kecil atau mengonsumsinya setelah makan utama, bukan sebagai pembuka.

Pilihan Takjil & Sumber Manis yang Lebih Ramah untuk Gula Darah

Pilihan takjil Ramadhan yang lebih ramah gula darah
Pilihan takjil Ramadhan yang lebih ramah gula darah (Sumber: AI generated)

ZenPlus, menikmati rasa manis tetap bisa jadi bagian dari momen berbuka. Bedanya, Anda dapat memilih takjil dan sumber manis alami yang memberi energi lebih stabil sekaligus terasa ringan di tubuh.

Beberapa opsi yang bisa dicoba:

  • Air putih lalu dilanjutkan 1–2 buah kurma
  • Buah segar potong dengan serat alami
  • Yogurt plain dengan topping buah
  • Puding chia atau oat ringan
  • Sup hangat berbasis sayuran
  • Susu tanpa gula tambahan
  • Makanan beraroma manis alami dari rempah seperti kayu manis atau vanilla

Agar respon gula darah lebih nyaman, takjil juga bisa dipadukan dengan protein atau serat. Misalnya kurma dengan yogurt, atau buah dengan kacang. Kombinasi ini membantu energi dilepas lebih perlahan dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

Tips Agar Energi Lebih Stabil Saat Berbuka

Selain pilihan makanan, cara berbuka juga berperan besar terhadap respon tubuh. Kebiasaan kecil berikut bisa membantu:

  • Mulai berbuka dengan cairan terlebih dulu
  • Jaga porsi awal kecil
  • Beri jeda sebelum makan besar
  • Kombinasikan karbohidrat + protein/serat
  • Perhatikan jumlah kurma dan dessert

Langkah sederhana ini membantu energi masuk lebih bertahap dan membuat Anda tidak cepat lapar kembali setelah berbuka.

Menikmati Berbuka Tanpa Rasa Khawatir Berlebihan

Pada akhirnya, ZenPlus, Ramadhan tetap bisa dinikmati dengan tenang. Bagi diabetesi, kuncinya bukan menghindari semua yang manis, tetapi memahami pilihan yang lebih sesuai untuk tubuh Anda.

Dengan memilih sumber manis yang tepat dan memperhatikan porsi, momen berbuka tetap bisa terasa hangat, nyaman, dan menyenangkan sepanjang bulan puasa.

Jika Anda masih bingung menentukan menu sahur dan berbuka yang lebih aman untuk gula darah, Dietplus bisa jadi solusi praktis.

Menu real food, dirancang seimbang oleh ahli gizi untuk membantu menjaga gula darah lebih stabil, tetap enak, dan mudah dijalani.

Klik tombol di bawah untuk melihat pilihan program dan menunya.

Info Catering Sehat Dietplus Minggu Ini
Info Menu & Program
Anda akan terhubung dengan whatsapp ahli gizi Dietplus Indonesia
Promo Dietplus 49kPromo Dietplus 49k
Tisya Nutritionist Dietplus
Ditulis oleh :
Nutritionist
Tisya Aisyah Chaerunnisa

Ahli gizi bersertifikasi Dietplus yang sangat tertarik dengan dunia kesehatan dan produksi makanan.

Editorial oleh :
SEO Specialist
Widiyanti Rusana
Praktisi SEO berpengalaman luas dalam bidang optimasi mesin pencari (SEO) dan digital marketing, juga menjadi pembicara di berbagai SEO Event skala lokal & global.
Daftar Isi :
Promo Dietplus 49kPromo Dietplus 49k
Daftar Isi Artikel