Klaim no added sugar bukan berarti suatu produk tidak mengandung gula sama sekali. Gula pada susu bisa berasal dari laktosa alami, sedangkan added sugar adalah gula yang ditambahkan saat proses pembuatan. Dengan memahami perbedaannya, ZenPlus bisa lebih cermat membaca label dan mengatur konsumsi gula sehari-hari.
Manfaat Membaca untuk ZenPlus
- Memahami perbedaan gula alami dan gula tambahan.
- Tidak salah memahami klaim no added sugar.
- Lebih cermat membaca informasi nilai gizi dan komposisi.
- Mengetahui batas konsumsi gula harian.
- Lebih bijak mengatur asupan gula.
Belakangan ini lagi ramai dibahas salah satu produk susu dengan klaim “No Added Sugar”. Tapi ketika melihat informasi nilai gizinya, ternyata masih tercantum gula sekitar 4 gram.
Lho, katanya no added sugar, kok masih ada gulanya?
Apakah ini termasuk overclaim? Atau memang ada perbedaan antara gula alami dan gula tambahan?
Supaya nggak salah paham saat membaca label makanan, yuk kita bahas bersama.
Apa Sih Sebenarnya Added Sugar?
Added sugar atau gula tambahan adalah gula yang ditambahkan ke makanan atau minuman saat proses pembuatannya.
Nah, pada susu, angka gula yang tercantum pada informasi nilai gizi bisa berasal dari laktosa, yaitu gula yang memang secara alami terdapat dalam susu. Karena laktosa termasuk jenis gula, kandungannya tetap tercatat pada informasi nilai gizi meskipun tidak ada gula yang ditambahkan.
Jadi, no added sugar bukan berarti tidak mengandung gula sama sekali, tetapi tidak ada gula yang ditambahkan selama proses pembuatannya.
Apa Saja yang Termasuk Gula Alami?

Gula alami adalah gula yang memang sudah terdapat di dalam bahan makanan, bukan ditambahkan saat proses pembuatannya.
Contohnya:
- Laktosa pada susu
- Fruktosa dan glukosa pada buah
- Gula alami yang terdapat pada sayuran
Jadi, buah yang rasanya manis memang mengandung gula. Susu juga mengandung gula. Namun, gula tersebut memang ada secara alami di dalam makanannya.
Itulah kenapa ZenPlus jangan langsung menganggap setiap angka “gula” pada informasi nilai gizi sebagai gula tambahan.
Lalu, Apa yang Termasuk Gula Tambahan?

Gula tambahan bukan cuma gula pasir, lho. Beberapa contohnya antara lain:
- Gula pasir (sukrosa)
- Gula merah
- Gula aren
- Glukosa
- Dekstrosa
- Sirup glukosa
- Corn syrup
- Madu
- Berbagai jenis sirup
Gula tambahan bisa hadir dalam berbagai bentuk dan nama. Karena itu, saat membeli produk kemasan, jangan cuma membaca klaim di bagian depan. Cek juga informasi nilai gizi dan daftar komposisinya.
Berapa Rekomendasi Batas Konsumsi Gula Harian?

Kementerian Kesehatan RI menganjurkan konsumsi gula maksimal 50 gram per orang per hari, atau sekitar 4 sendok makan.
Batas ini tidak termasuk gula yang secara alami terdapat dalam makanan, seperti laktosa pada susu serta fruktosa dan glukosa pada buah utuh.
Jadi, yang perlu lebih diperhatikan adalah gula yang ditambahkan ke dalam makanan dan minuman, seperti gula pasir/aren pada minuman manis, kopi kekinian, dessert, camilan, dan makanan olahan.
Selain itu, madu, sirup, dan jus buah juga tetap perlu dibatasi, meskipun gulanya berasal dari sumber yang terkesan alami.
Mari Lebih Bijak Mengonsumsi Gula
Dengan memahami perbedaannya, ZenPlus bisa lebih kritis membedakan gula alami dan gula tambahan, terutama saat membaca informasi nilai gizi dan komposisi makanan.
Gula memang sering menjadi momok dalam pola hidup sehat. Padahal, bukan berarti kita tidak boleh mengonsumsi gula sama sekali. Memilih sumber gula yang lebih baik serta mengatur porsi dan frekuensi konsumsinya justru lebih penting untuk kesehatan jangka panjang.
Kalau ZenPlus ingin punya pola makan yang lebih sehat tapi tidak punya banyak waktu untuk menyiapkan makanan sendiri, Dietplus bisa membantu. Tersedia berbagai program catering sesuai tujuan, mulai dari weight management, fitness dan bulking sehat, kebutuhan ibu hamil dan menyusui, hingga kebutuhan medis tertentu.
Setiap menu menggunakan real food, dirancang bersama ahli gizi, tetap enak, dan praktis untuk sehari-hari.
Klik tombol di bawah untuk cek menu dan konsultasi gratis bersama Dietplus.








