Teh mengandung polifenol yang dapat menghambat penyerapan zat besi, terutama dari makanan nabati. Namun, bukan berarti teh harus dihindari. Mengatur jeda minum teh sekitar 1–2 jam setelah makan, mencukupi asupan vitamin C, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang bisa membantu penyerapan zat besi lebih optimal.
Manfaat Membaca untuk ZenPlus
- Memahami hubungan teh dengan penyerapan zat besi.
- Mengenali jenis zat besi yang mudah terhambat penyerapannya.
- Mengetahui waktu yang lebih tepat untuk minum teh.
- Belajar mengombinasikan makanan agar zat besi terserap lebih baik.
ZenPlus, siapa nih yang kalau makan harus ditemani es teh? Mau makan nasi padang, bakso, ayam geprek, atau sekadar nasi sama tempe, minumnya tetap es teh. Rasanya kayak ada yang kurang kalau cuma minum air putih, ya nggak?
Tapi, pernah dengar kalau minum teh setelah makan bisa bikin zat besi dari makanan susah diserap tubuh? Lah, padahal teh kan punya antioksidan yang bagus buat kesehatan. Kok malah bisa mengganggu penyerapan nutrisi?
Ternyata, anggapan ini ada benarnya, lho! Tapi bukan berarti sekarang ZenPlus harus berhenti minum teh, ya. Ada beberapa hal yang perlu dipahami dulu.
Kenapa Teh Bisa Menghambat Penyerapan Zat Besi?

Jadi begini, teh punya kandungan polifenol, termasuk tanin, yang bisa mengikat zat besi di saluran pencernaan. Ketika zat besi sudah terikat dengan senyawa tersebut, tubuh jadi lebih sulit menyerapnya.
Tapi tunggu dulu, ternyata nggak semua zat besi punya nasib yang sama!
Ada dua jenis zat besi yang kita dapatkan dari makanan, yaitu zat besi heme dan non-heme.
Zat besi heme berasal dari makanan hewani seperti daging sapi, ayam, dan ikan. Jenis ini lebih mudah diserap tubuh dan nggak terlalu terpengaruh oleh teh.
Sementara itu, zat besi non-heme banyak ditemukan dalam makanan nabati seperti bayam, tempe, tahu, dan kacang-kacangan. Nah, jenis zat besi inilah yang penyerapannya lebih mudah terganggu kalau kita minum teh saat makan.
Jadi, bukan berarti zat besi dalam makanan langsung hilang gara-gara segelas teh, ya. Zat besinya tetap ada, hanya saja tubuh mungkin nggak bisa menyerapnya sebanyak biasanya.
Terus, Harus Berhenti Minum Teh?
Nggak perlu sampai segitunya juga, ZenPlus!
Kalau selama ini kebutuhan zat besi Anda sudah tercukupi dari makanan sehari-hari, minum teh sesekali saat makan belum tentu menimbulkan masalah.
Tapi ceritanya bisa berbeda kalau Anda memang sedang kekurangan zat besi, mengalami anemia defisiensi besi, atau sedang hamil. Dalam kondisi tersebut, penyerapan zat besi perlu mendapat perhatian lebih.
Solusinya sederhana, coba beri jeda sekitar 1–2 jam antara waktu makan dan minum teh. Jadi, kalau habis makan siang masih pengin es teh, simpan dulu buat teman ngemil sore nanti.
Nggak harus berhenti minum teh, cukup atur waktunya!
Bukan Cuma Teh, Isi Piring Juga Penting!
Nah, daripada cuma sibuk mikirin kapan boleh minum teh, coba perhatikan juga makanan yang kita konsumsi.
Misalnya, ZenPlus suka makan tempe atau sayuran hijau? Coba kombinasikan dengan makanan kaya vitamin C seperti brokoli, tomat, jeruk, atau jambu biji.
Vitamin C bisa membantu tubuh menyerap zat besi non-heme dengan lebih baik. Jadi, kombinasi makanan ternyata punya pengaruh juga, lho!
Jangan lupa variasikan lauk sehari-hari. Sesekali makan ikan, ayam, atau daging, lalu selingi dengan tahu dan tempe. Masing-masing punya kandungan nutrisi yang bisa saling melengkapi.
Dan kalau masih bingung minum apa saat makan, air putih selalu jadi pilihan yang simpel.
Mulai Pola Makan Sehat Bersama Dietplus
Boleh banget! Teh bukan minuman yang harus dihindari hanya karena bisa menghambat penyerapan zat besi.
Yang perlu diingat, makanan bergizi belum tentu nutrisinya terserap secara optimal kalau kita nggak memperhatikan cara mengonsumsinya.
Makanya, penting untuk membiasakan pola makan yang bervariasi, seimbang, dan sesuai kebutuhan tubuh.
Kalau ZenPlus ingin mulai makan lebih teratur tanpa repot memikirkan menu setiap hari, Dietplus punya pilihan program katering sehat berbasis real food yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Mulai dari program turun berat badan, ibu hamil dan menyusui, sampai kondisi medis tertentu. Setiap menu dirancang ahli gizi dan rasanya juga tetap enak.
Yuk mulai pola makan sehat bersama Dietplus! Klik tombol di bawah untuk cek menu atau konsultasi GRATIS!








