FREE ONGKIR*!! Area Bandung, Tanpa Minimum Order.

Intip Kalori Butter Tteok Viral, Amankah Dimakan Saat Diet?

Butter tteok viral memang enak, tapi kalorinya tinggi. Berapa kalori per pcs dan per porsi? Simak cara aman menikmatinya saat diet.
Ditulis oleh :
Pakar Nutrisi
Anggraeni Nuraeni
Anggraeni lulus dari bla bla bla bla dan telah bekerja sebagai nutritionist selama kurang l
Editorial oleh :
SEO Specialist
Widi Widiyanti
Pembicara SEO di berbagai event nasional dan internasional
Winda Head Nutritionist of Dietplus Indonesia
Ditulis oleh :
Head of Nutritionist
Winda Nur Aisyah

Ahli gizi bersertifikasi yang sudah berpengalaman 10 tahun merancang menu yang seimbang dan bergizi, memastikan setiap hidangan mendukung kesehatan pelanggan.

Editorial oleh :
SEO Specialist
Widiyanti Rusana
Praktisi SEO berpengalaman luas dalam bidang optimasi mesin pencari (SEO) dan digital marketing, juga menjadi pembicara di berbagai SEO Event skala lokal & global.
Intip Kalori Butter Tteok Viral, Amankah Dimakan Saat Diet
Bagikan :
Artikel terakhir diperbaharui pada 10-Apr-2026
Intisari Artikel Ini :

Butter tteok viral memang terlihat seperti camilan ringan, padahal kalorinya cukup tinggi karena kombinasi tepung beras, butter, susu, dan gula. Dalam 1 pcs saja bisa mencapai 100–150 kkal, dan dalam 1 porsi bisa setara makan utama.

Kabar baiknya, makanan ini tetap boleh dinikmati saat diet, selama Zenplus memahami kunci utama yaitu mengatur frekuensi, porsi, dan keseimbangan pola makan harian.

Manfaat Membaca untuk Zenplus:

  • Lebih paham kalori butter tteok per pcs & per porsi
  • Nggak mudah terkecoh camilan kecil tapi padat kalori
  • Tahu cara tetap menikmati makanan viral tanpa over
  • Belajar konsep diet yang realistis, bukan larangan total
  • Bisa lebih sadar dalam mengatur porsi & frekuensi makan 👍

Pernah nggak sih, Zenplus, lagi asyik scrolling di media sosial lalu jempol mendadak berhenti gara-gara visual butter tteok yang lagi viral? Bentuknya cantik, seringkali menyerupai kue madeleine atau kerang, dengan warna cokelat keemasan yang menggoda. Teksturnya yang chewy di dalam namun garing di luar, apalagi saat dilumuri saus butter yang glossy… Duh, bayanginnya saja sudah bikin pengen langsung menjadikannya teman ngopi sore.

Tapi, jangan sampai terkecoh dengan tampilannya yang aesthetic. Di balik bentuknya yang mungil, camilan ini menyimpan “kejutan” energi yang cukup besar. Sebagai orang yang peduli dengan kesehatan, Anda pasti bertanya-tanya: “Sebenarnya aman nggak sih butter tteok ini buat progres diet saya?” Yuk, kita bedah secara realistis dan mendalam.

Apa Itu Butter Tteok & Kenapa Bisa Viral?

Butter tteok adalah inovasi kuliner yang menggabungkan karakteristik tteok (kue beras khas Korea) dengan teknik panggangan ala Barat. Berbeda dengan tteokbokki yang direbus, butter tteok dibuat dari campuran tepung ketan, susu, telur, gula, dan mentega (butter) yang kemudian dipanggang dalam suhu tinggi sekitar 185°C.

Proses pemanggangan inilah yang menciptakan kontras tekstur yang unik: renyah di permukaan tapi sangat kenyal di bagian tengah. Penggunaan tepung ketan memberikan sensasi “nagih” saat dikunyah, sementara lelehan butter memberikan aroma wangi yang sulit ditolak. Karena rasanya yang ringan dan potongannya yang terlihat kecil, banyak yang menganggap ini cuma camilan santai biasa. Padahal, secara nutrisi, butter tteok masuk kategori makanan padat energi (high-density food).

Mengintip Kalori Butter Tteok di Balik Ukurannya yang Mungil

Kalori butter tteok yang cukup besar dibalik ukurannya yang mungil
Kalori butter tteok yang cukup besar dibalik ukurannya yang mungil (Sumber: Dietplus)

Mari kita bicara angka, karena seringkali mata kita menipu perut. Jika merujuk pada resepnya yang menggunakan 165 gram tepung ketan dan 35 gram butter untuk satu loyang, estimasi kalorinya cukup mengejutkan:

  • 1 pcs butter tteok: Estimasi mengandung 120–180 kkal (tergantung besar cetakan dan tambahan topping).
  • Realita di Piring: Kita jarang berhenti di satu potong. Sekali ngopi, biasanya kita menghabiskan 3 hingga 5 potong. Artinya, dalam satu waktu, Anda bisa mengonsumsi 600–900 kkal.

Angka ini sudah setara dengan, bahkan bisa melebihi, satu porsi makan siang lengkap dengan lauk-pauknya. Jika camilan ini dikonsumsi sebagai “tambahan” di luar jam makan utama, total asupan kalori harian Anda bisa melonjak drastis tanpa disadari. Inilah alasan kenapa terkadang berat badan sulit turun meski Anda merasa sudah mengurangi nasi.

Kenapa Kita Gampang “Kebablasan” Saat Menikmatinya?

Butter tteok yang manis, chewy, dan bikin ketagihan
Butter tteok yang manis, chewy, dan bikin ketagihan (Sumber: Dietplus)

Pernah merasa nggak bisa berhenti mengunyah butter tteok? Tenang, itu ada alasan ilmiahnya:

  • Tekstur Memuaskan: Tepung ketan memberikan resistensi saat dikunyah, yang secara psikologis memberikan kepuasan sensorik yang tinggi.
  • Kombinasi Karbo + Lemak + Gula: Perpaduan ini adalah “tombol ajaib” yang memicu pelepasan dopamine di otak. Otak kita secara alami menyukai makanan padat energi, sehingga sinyal kenyang seringkali tertutup oleh sinyal “ingin lagi”.
  • Teman Ngopi yang Pas: Rasa pahit dari kopi justru menyeimbangkan rasa manis dan buttery dari kue ini, membuat kita tanpa sadar terus menambah porsi.

Jadi, Boleh Dimakan Saat Diet Nggak, Sih?

Jawabannya: Tentu saja boleh! Diet yang sehat bukanlah tentang melarang makanan tertentu secara ekstrem, melainkan tentang manajemen pola makan secara keseluruhan. Ahli gizi di Dietplus selalu menekankan bahwa tidak ada satu makanan pun yang bisa merusak progres Anda seketika, asalkan Anda mengerti prinsip keseimbangan.

Menikmati tren kuliner seperti butter tteok tetap bisa dilakukan tanpa rasa bersalah. Syaratnya, Anda harus sadar akan porsinya. Jika hari ini Anda ingin menikmati camilan viral ini, pastikan jadwal makan utama Anda lebih banyak mengandung sayuran dan protein tanpa lemak untuk mengompensasi asupan kalori dari butter tteok tersebut.

Tips Menikmati Makanan Viral Tanpa Berlebihan

Sharing satu porsi butter tteok dengan teman agar tidak makan berlebihan
Sharing satu porsi butter tteok dengan teman agar tidak makan berlebihan (Sumber: Dietplus)
  • Share the Joy: Bagikan satu porsi butter tteok dengan teman atau keluarga. Ini cara termudah untuk memangkas asupan kalori secara signifikan.
  • Occasional Treat: Jadikan ini sebagai hadiah sesekali, misalnya di akhir pekan, bukan menjadi kebiasaan harian.
  • Mindful Eating: Nikmati aromanya, rasakan teksturnya, dan kunyah perlahan. Dengan makan secara sadar, sinyal kenyang akan sampai ke otak lebih tepat waktu.

Jaga Pola Makan Bergizi Bersama Dietplus

Camilan seperti butter tteok sesekali itu boleh, tapi mayoritas pola makan Anda haruslah tetap bergizi seimbang. Di sinilah Dietplus hadir membantu Anda. Kami menyediakan layanan catering sehat yang praktis agar Anda tetap bisa menikmati hidup tanpa pusing menghitung kalori setiap saat.

Kenapa Dietplus berbeda?

  • Rasa Berkelas: Menu bervariasi yang dimasak oleh Chef berpengalaman internasional. Sehat itu harus enak!
  • Presisi Ahli Gizi: Setiap menu dirancang oleh ahli gizi profesional untuk memastikan kalori dan nutrisi makro Anda selalu terkontrol.
  • Bahan Fresh & Real Food: Kami menggunakan bahan segar berkualitas tinggi tanpa tambahan bahan pengawet berlebih.

Apapun target Anda, kami punya solusinya:

  • Weight Loss: Turun berat badan secara konsisten dan sehat.
  • Bulking & Fitness: Menunjang pembentukan otot dan stamina.
  • Program Medis: Menu khusus untuk penderita Diabetes, Kolesterol, GERD, Asam Urat, dan lainnya.
  • Motherhood: Nutrisi optimal bagi ibu hamil dan menyusui.

Yuk, mulai pola makan yang lebih terkontrol dengan cara yang tetap realistis dan menyenangkan. Konsultasikan kebutuhan nutrisi Anda secara GRATIS sekarang juga dan temukan program yang paling pas untuk Anda!

Klik tombol di bawah ini untuk mulai konsultasi GRATIS!

Info Catering Sehat Dietplus Minggu Ini
Info Menu & Program
Anda akan terhubung dengan whatsapp ahli gizi Dietplus Indonesia
Promo Dietplus 49kPromo Dietplus 49k
Winda Head Nutritionist of Dietplus Indonesia
Ditulis oleh :
Head of Nutritionist
Winda Nur Aisyah

Ahli gizi bersertifikasi yang sudah berpengalaman 10 tahun merancang menu yang seimbang dan bergizi, memastikan setiap hidangan mendukung kesehatan pelanggan.

Editorial oleh :
SEO Specialist
Widiyanti Rusana
Praktisi SEO berpengalaman luas dalam bidang optimasi mesin pencari (SEO) dan digital marketing, juga menjadi pembicara di berbagai SEO Event skala lokal & global.
Daftar Isi :
Promo Dietplus 49kPromo Dietplus 49k
Daftar Isi Artikel