Fenomena berkurangnya pasien IGD saat Ramadhan yang disampaikan dr. Gia Pratama menunjukkan satu hal penting: pola makan sangat berpengaruh terhadap kesehatan.
Puasa membuat waktu makan lebih teratur, tetapi manfaatnya tetap sangat dipengaruhi oleh apa yang kita konsumsi saat sahur dan berbuka. Dengan komposisi makanan yang seimbang, puasa bisa membantu menjaga metabolisme tubuh tetap stabil.
Manfaat Membaca Artikel Ini untuk ZenPlus
- Memahami hubungan pola makan dengan kesehatan tubuh
• Mengetahui kenapa pasien IGD bisa berkurang saat Ramadhan
• Mengerti pentingnya komposisi sahur dan berbuka yang seimbang
• Mendapat insight agar puasa tetap sehat dan nyaman dijalani
Ramadhan sering menghadirkan banyak cerita menarik, bukan hanya dari sisi spiritual tetapi juga dari sisi kesehatan, lho Zenplus.
Salah satunya dibagikan oleh dr. Gia Pratama dalam sebuah podcast bersama Habib Jafar. Ia menyebut bahwa selama bulan Ramadhan, jumlah pasien yang datang ke IGD rumah sakit biasanya cenderung berkurang.
Dr. Gia bahkan sempat mengungkapkan refleksi yang cukup menarik:
“Ajaib memang. Jadi aku kadang-kadang mikir, apa semua sumber masalah atau penyakit itu dari makanan? Di saat kita mencoba menahan diri tidak memenuhi lambung sampai penuh setiap hari, maka jumlah penyakit turun.”
Pernyataan ini memunculkan pertanyaan sederhana tapi penting, lho.
Apakah benar banyak masalah kesehatan sebenarnya berkaitan dengan apa yang kita makan setiap hari?
Mari kita bahas bersama, ZenPlus.
Apakah Banyak Penyakit Berkaitan dengan Pola Makan?

Jujur saja Zenplus kalau melihat berbagai penyakit yang sering muncul saat ini, tidak sedikit yang memang berkaitan dengan pola makan dan gaya hidup, ya.
Misalnya saja:
- Obesitas
- Diabetes tipe 2
- Kolesterol tinggi
- Penyakit jantung
- Tekanan darah tinggi
Kondisi-kondisi ini biasanya nggak muncul tiba-tiba Zenplus. Dalam banyak kasus, penyakit tersebut berkembang pelan-pelan karena kebiasaan makan yang kurang terkontrol dalam jangka panjang.
Apa yang kita makan setiap hari bisa memengaruhi banyak hal dalam tubuh. Mulai dari kadar gula darah, metabolisme energi, tekanan darah, sampai proses peradangan dalam tubuh.
Makanya, dalam dunia kesehatan sering muncul kalimat sederhana tapi cukup kuat:
apa yang kita makan memang sangat memengaruhi kesehatan kita.
Saat Puasa, Pola Makan Tanpa Disadari Jadi Lebih Terstruktur

Selama Ramadhan, pola makan kebanyakan orang biasanya berubah.
Kalau di hari biasa kita bisa makan terus-menerus sepanjang hari, saat puasa waktu makan jadi lebih terbatas dan umumnya hanya terjadi pada dua momen utama:
- Saat berbuka
- Saat sahur
Di antara dua waktu tersebut, tubuh tidak menerima asupan makanan selama beberapa jam. Ritme makan seperti ini membuat pola makan terasa lebih terstruktur dibandingkan hari-hari biasa.
Bagi sebagian orang, perubahan ini bisa membantu mengendalikan kebiasaan makan yang sebelumnya kurang teratur.
Orang jadi lebih sadar kapan makan, berapa porsi yang diambil, dan apa saja yang masuk ke dalam tubuh.
Kelihatannya sederhana sih, tapi efeknya bisa cukup terasa bagi tubuh.
Tapi Puasa Tidak Otomatis Membuat Pola Makan Sehat

Meski begitu, puasa juga nggak otomatis membuat pola makan langsung sehat, lho. Apalagi kalau saat berbuka didominasi makan-makanan seperti ini:
- Minuman sangat manis
- Gorengan
- Makanan bersantan
- Camilan manis
Kalau setiap hari berbuka seperti itu dan berlebihan, manfaat puasa terhadap pola makan bisa jadi berkurang.
Jadi sebenarnya puasa hanya mengubah waktu makan, sedangkan kesehatan tetap sangat dipengaruhi oleh apa yang kita makan.
Pentingnya Sahur dan Berbuka dengan Komposisi yang Seimbang

Supaya puasa tetap mendukung kesehatan tubuh, komposisi makanan saat sahur dan berbuka juga penting diperhatikan.
Idealnya, menu sahur dan berbuka mengandung keseimbangan antara:
- Protein
- Serat dari sayur dan buah
- Karbohidrat kompleks
- Cairan yang cukup
Kombinasi ini membantu tubuh menjaga energi lebih stabil, mencegah lonjakan gula darah yang terlalu cepat, dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.
Dengan pola makan yang lebih seimbang seperti ini, tubuh bisa menjalani puasa dengan lebih nyaman.
Intinya: Kita Memang Dipengaruhi oleh Apa yang Kita Makan
Fenomena yang disampaikan oleh dr. Gia Pratama tentang berkurangnya pasien IGD saat Ramadhan mungkin tidak bisa dijelaskan oleh satu faktor saja.
Tapi fenomena ini setidaknya mengingatkan kita pada satu hal penting.
Apa yang kita masukkan ke dalam tubuh memang sangat memengaruhi kesehatan.
Puasa bisa menjadi momen yang baik untuk lebih sadar terhadap pola makan kita. Bukan hanya menahan lapar, tapi juga belajar mengendalikan apa yang masuk ke dalam tubuh.
Karena pada akhirnya, dalam dunia kesehatan ada satu prinsip yang sering diingatkan:
We are what we eat.
Ingin Pola Makan Lebih Terarah Selama Ramadhan?
Kalau ZenPlus ingin menjalani puasa dengan pola makan yang lebih terarah, DietPlus bisa membantu melalui program catering sehat yang dirancang oleh ahli gizi.
Program DietPlus tersedia untuk berbagai kebutuhan, seperti:
- clean eating
• program penurunan berat badan
• Bulking / fitness
• Kebutuhan medis, seperti diabetes, kolesterol, asam urat, dan lainnya
• Menu untuk ibu hamil dan ibu menyusui
Semua menu DietPlus menggunakan real food, dirancang oleh ahli gizi, dan tetap enak dinikmati.
Khusus selama bulan Ramadhan, ZenPlus juga akan mendapatkan free takjil, lho.
Jadi kalau ingin menjalani puasa dengan pola makan yang lebih sehat dan terarah, ZenPlus bisa mulai dari langkah sederhana.
Klik tombol di bawah untuk cek menu DietPlus dan konsultasi langsung dengan ahli gizi kami.








