FREE ONGKIR*!! Area Bandung, Tanpa Minimum Order.

Puasa Ramadhan Tapi Berat Badan Tidak Turun? Ini Sebabnya

Puasa Ramadhan tapi berat badan tidak turun? Pahami kenapa defisit kalori sulit terjadi dan cara mengaturnya agar berat badan tetap terkontrol.
Ditulis oleh :
Pakar Nutrisi
Anggraeni Nuraeni
Anggraeni lulus dari bla bla bla bla dan telah bekerja sebagai nutritionist selama kurang l
Editorial oleh :
SEO Specialist
Widi Widiyanti
Pembicara SEO di berbagai event nasional dan internasional
Tisya Nutritionist Dietplus
Ditulis oleh :
Nutritionist
Tisya Aisyah Chaerunnisa

Ahli gizi bersertifikasi Dietplus yang sangat tertarik dengan dunia kesehatan dan produksi makanan.

Editorial oleh :
SEO Specialist
Widiyanti Rusana
Praktisi SEO berpengalaman luas dalam bidang optimasi mesin pencari (SEO) dan digital marketing, juga menjadi pembicara di berbagai SEO Event skala lokal & global.
Puasa Ramadhan Tapi Berat Badan Tidak Turun Ini Sebabnya
Bagikan :
Artikel terakhir diperbaharui pada 02-Mar-2026
Intisari Artikel Ini :

Puasa Ramadhan tidak otomatis membuat berat badan turun karena yang menentukan adalah defisit kalori, bukan sekadar waktu makan lebih singkat. Pola berbuka tinggi gula, porsi berlebih, dan komposisi sahur yang kurang tepat bisa membuat tubuh tetap dalam kondisi surplus energi.

Manfaat Membaca Artikel Ini untuk ZenPlus

✅ Memahami kenapa berat badan tidak turun saat puasa
✅ Tahu kenapa defisit kalori sulit tercapai
✅ Mendapat tips agar berat badan tetap terkontrol
✅ Puasa lebih sehat dan terarah

ZenPlus sudah puasa sebulan, tapi kok berat badan nggak turun juga?

Banyak orang mengira puasa otomatis membuat tubuh dalam kondisi defisit kalori. Waktu makan lebih sempit, artinya asupan pasti lebih sedikit. Secara teori memang terdengar masuk akal.

Tapi praktiknya? Belum tentu, lho.

Defisit kalori bukan soal berapa kali makan, melainkan soal berapa total energi yang masuk dibanding kebutuhan tubuh. Dan di sinilah banyak orang tanpa sadar meleset.

Puasa Membatasi Waktu Makan, Bukan Otomatis Mengurangi Kalori

Berbuka puasa dengan minuman tinggi gula, mayoritas karbohidrat dan gorengan membuat defisit kalori sulit terjadi
Berbuka puasa dengan minuman tinggi gula, mayoritas karbohidrat dan gorengan membuat defisit kalori sulit terjadi (Sumber: AI generated)

Saat Ramadhan, pola makan memang berubah. Kita hanya makan saat berbuka dan sahur.

Namun coba perhatikan, apakah total asupannya benar-benar lebih sedikit?

Selama Ramadhan, pola yang sering terjadi kurang lebih seperti ini:

1. Berbuka dengan minuman manis tinggi gula rafinasi

Segar sih, apalagi setelah seharian puasa. Tapi satu gelas saja bisa menyumbang sekitar 200–300 kalori.

2. Gorengan atau camilan tinggi lemak sebagai “teman” berbuka

Dua sampai tiga buah kelihatannya sedikit, tapi kalorinya sudah ratusan.

3. Makan besar dengan porsi karbo cukup banyak karena sangat lapar

Rasanya wajar ambil nasi lebih banyak, ya kan? Tapi di sinilah kalori mulai menumpuk.

4. Ngemil lagi setelah tarawih

Katanya cuma “sedikit”, tapi kalau tiap malam, tetap dihitung tubuh, lho.

5. Sahur dominan nasi, minim protein dan serat

Akibatnya cepat lapar lagi dan kontrol makan jadi lebih sulit.

Kalau ditotal, kombinasi ini bisa membuat asupan energi harian sama — bahkan lebih tinggi — dibanding hari biasa.

Jadi meskipun makannya cuma dua kali, kalorinya belum tentu lebih sedikit. Defisit kalori pun nggak terjadi.

Apa yang Terjadi di Tubuh Saat Berpuasa?

Berbuka dengan makanan tinggi gula memicu kenaikan gula darah dan menghambat defisit kalori
Berbuka dengan makanan tinggi gula memicu kenaikan gula darah dan menghambat defisit kalori (Sumber: AI generated)

Saat puasa, tubuh menggunakan cadangan energi yang tersimpan terlebih dahulu. Setelah cadangan itu menurun, tubuh mulai beralih memanfaatkan lemak sebagai sumber energi.

Secara sederhana, tubuh sedang berada dalam fase pembakaran.

Namun saat berbuka langsung dengan gula sederhana dalam jumlah besar, yang terjadi kurang lebih seperti ini:

Gula darah naik cepat karena asupan gula sederhana.
Insulin ikut meningkat untuk membantu menyerap gula ke dalam sel.
✔ Jika jumlahnya berlebih, tubuh cenderung kembali masuk ke mode menyimpan energi.

Artinya apa, ZenPlus?

Peluang pembakaran lemak yang sudah mulai terjadi selama puasa bisa ikut terhambat.

Alhasil, yang terjadi bukan defisit kalori, tapi justru surplus — meskipun seharian sudah menahan lapar.

Lalu, Supaya Defisit Kalori Tetap Tercapai Gimana?

Sahur dan berbuka dengan makanan bergizi seimbang
Sahur dan berbuka dengan makanan bergizi seimbang (Sumber: AI generated)

Tenang, ZenPlus. Puasa tetap bisa membantu pengaturan berat badan, kok. Asal strateginya tepat.

Beberapa hal sederhana yang bisa mulai diterapkan:

Saat Berbuka

  • Awali dengan air putih
  • Tambahkan sumber protein lebih dulu agar cepat kenyang
  • Batasi minuman tinggi gula (dikurangi, bukan harus nol total)
  • Ambil karbo secukupnya, tidak perlu berlebihan

Saat Sahur

  • Prioritaskan protein dan serat supaya kenyang lebih lama
  • Hindari sahur tinggi gula sederhana
  • Pastikan cairan cukup

Kuncinya bukan makan sesedikit mungkin, tapi mengatur komposisi supaya energi yang masuk tetap sesuai kebutuhan tubuh.

Ingin Puasa Tetap Terkontrol Sekaligus Turun Berat Badan?

Kalau ZenPlus ingin menjalani Ramadhan tanpa khawatir timbangan naik, pola makan yang terukur memang jauh lebih aman.

DietPlus menghadirkan catering sehat selama Ramadhan dengan:

Bahan real food
Dirancang langsung oleh ahli gizi
Porsi sesuai kebutuhan tubuh
✔ Rasa tetap enak
Free takjil spesial Ramadhan

Jadi Anda nggak perlu repot menghitung kalori atau menebak-nebak porsi. Semua sudah disesuaikan agar kebutuhan nutrisi terpenuhi dan berat badan tetap terkontrol.

Ramadhan bukan soal makan lebih sedikit, tapi makan dengan strategi yang lebih cerdas.

👉 Klik tombol di bawah ini untuk cek menu Ramadhan dan konsultasi GRATIS bersama ahli gizi DietPlus.

Info Catering Sehat Dietplus Minggu Ini
Info Menu & Program
Anda akan terhubung dengan whatsapp ahli gizi Dietplus Indonesia
Promo Dietplus 49kPromo Dietplus 49k
Tisya Nutritionist Dietplus
Ditulis oleh :
Nutritionist
Tisya Aisyah Chaerunnisa

Ahli gizi bersertifikasi Dietplus yang sangat tertarik dengan dunia kesehatan dan produksi makanan.

Editorial oleh :
SEO Specialist
Widiyanti Rusana
Praktisi SEO berpengalaman luas dalam bidang optimasi mesin pencari (SEO) dan digital marketing, juga menjadi pembicara di berbagai SEO Event skala lokal & global.
Daftar Isi :
Promo Dietplus 49kPromo Dietplus 49k
Daftar Isi Artikel