FREE ONGKIR*!! Area Bandung, Tanpa Minimum Order.

Keju Alami vs Keju UPF: Mana yang Baik untuk Diet & Kesehatan?

Mau diet tapi takut salah makan keju? Yuk, kenali bedanya natural cheese vs keju UPF demi menjaga diet sehat dan kesehatan jangka panjang Anda!
Ditulis oleh :
Pakar Nutrisi
Anggraeni Nuraeni
Anggraeni lulus dari bla bla bla bla dan telah bekerja sebagai nutritionist selama kurang l
Editorial oleh :
SEO Specialist
Widi Widiyanti
Pembicara SEO di berbagai event nasional dan internasional
Winda Head Nutritionist of Dietplus Indonesia
Ditulis oleh :
Head of Nutritionist
Winda Nur Aisyah

Ahli gizi bersertifikasi yang sudah berpengalaman 10 tahun merancang menu yang seimbang dan bergizi, memastikan setiap hidangan mendukung kesehatan pelanggan.

Editorial oleh :
SEO Specialist
Widiyanti Rusana
Praktisi SEO berpengalaman luas dalam bidang optimasi mesin pencari (SEO) dan digital marketing, juga menjadi pembicara di berbagai SEO Event skala lokal & global.
Keju Alami vs Keju UPF Mana yang Baik untuk Diet & Kesehatan
Bagikan :
Artikel terakhir diperbaharui pada 05-Jun-2026
Intisari Artikel Ini :

Keju bukan makanan yang harus dihindari saat diet. Keju alami mengandung protein, kalsium, dan berbagai nutrisi penting yang dapat membantu rasa kenyang lebih lama. Namun, tidak semua produk berlabel keju memiliki kandungan yang sama.

Sebagian sudah termasuk ultra-processed food (UPF) dengan tambahan berbagai bahan yang membuat kualitas gizinya berbeda. Karena itu, penting untuk lebih cermat memilih jenis keju dan tetap mengutamakan pola makan berbasis real food.

Manfaat Membaca Artikel Ini

  • Memahami perbedaan keju alami dan keju UPF.
  • Mengetahui manfaat keju untuk kesehatan dan diet.
  • Belajar memilih keju yang lebih baik di supermarket.
  • Memahami cara mengonsumsi keju dengan bijak saat diet.
  • Mendukung pola makan real food yang lebih sehat.

Halo Zenplus.

Siapa sih yang nggak suka keju?

Rasanya yang gurih dan creamy selalu sukses bikin makanan apa pun jadi naik kelas. Mulai dari roti, pasta, salad, sampai omelet, semuanya terasa jauh lebih spesial kalau dikasih tambahan keju. Ditambah lagi, keju punya citra yang positif sebagai makanan sehat karena bahan dasarnya adalah susu.

Tapi tahukah Anda? Hati-hati, jangan sampai Anda terkecoh dengan labelnya! Ternyata nggak semua produk yang nangkring di rak supermarket dan pakai nama “keju” itu beneran keju, lho.

Sejatinya, keju adalah produk olahan susu murni yang sehat dan alami. Tapi mirisnya, di luaran sana banyak banget produk yang sebenarnya sudah masuk kategori Ultra-Processed Food (UPF). Produk-produk ini sudah melalui banyak proses pengolahan tambahan dengan kandungan susu asli yang minim.

Di sisi lain, masih banyak banget orang yang langsung “musuhan” sama keju pas lagi diet karena dianggap bikin gemuk. Apakah keju masih boleh masuk ke menu diet kita? Yuk, kita bedah faktanya!

Sebenarnya Keju Itu Terbuat dari Apa?

Ilustrasi pembuatan keju alami
Ilustrasi pembuatan keju alami (Sumber: Dietplus)

Sederhananya sih, keju adalah produk olahan susu yang difermentasi sampai protein susunya menggumpal. Nah, proses penggumpalan inilah yang bikin nutrisi di dalam susu jadi jauh lebih padat.

Makanya, jangan heran kalau keju asli dikenal sebagai sumber nutrisi yang oke banget, karena mengandung:

  • Protein
  • Kalsium
  • Fosfor
  • Vitamin B12
  • Lemak susu

Menariknya lagi, kombinasi protein dan lemak sehat pada keju itu bisa bikin kita kenyang lebih lama. Efeknya beda banget kalau Anda cuma ngemil makanan yang tinggi karbohidrat sederhana (seperti keripik atau kue manis) yang bikin cepat lapar lagi. Inilah alasan kenapa keju cocok banget dijadikan pelengkap makanan biar diet Anda nggak tersiksa karena kelaparan.

Mengenal Jenis Keju: Kenapa Karakteristik dan Harganya Bisa Berbeda?

Ilustrasi keju olahan di rak supermarket
Ilustrasi keju olahan di rak supermarket (Sumber: Dietplus)

Pernah nggak sih Zenplus bingung pas nyari keju di supermarket? Ada keju yang harganya murah banget, tapi ada juga yang harganya sampai ratusan ribu untuk ukuran yang sama.

Rahasianya sederhana: banyak produk murah yang sebenarnya bukan keju murni. Secara umum, keju di pasaran itu dibagi jadi dua jenis:

  • Natural Cheese (Keju Alami): Ini adalah keju yang dibuat langsung dari susu melalui proses fermentasi, tanpa banyak tambahan bahan lain. Umumnya komposisinya sederhana, seperti susu, kultur bakteri, garam, dan enzim. Kandungan protein, lemak, dan kalsiumnya berasal langsung dari susu yang digunakan.
  • Processed Cheese (Keju Olahan): Nah, ini dia jenis yang harus Anda waspadai karena sering kali berubah jadi Ultra-Processed Food (UPF). Bahan dasarnya memang mengandung keju, tapi kemudian diproses lagi dan “dimodifikasi” dengan tambahan berbagai bahan lain seperti air, emulsifier, whey, susu bubuk, minyak, atau bahan tambahan lainnya. Tujuannya apa? Biar teksturnya lebih lembut, gampang mulur pas dipanaskan, warnanya seragam, dan masa kedaluwarsanya lebih panjang.

Jadi, meskipun sama-sama warnanya kuning atau putih dan baunya wangi keju, kandungan gizi di dalamnya jelas beda jauh, ya.

Apakah Natural Cheese Selalu Lebih Baik?

Untuk kesehatan jangka panjang dan diet, jawabannya: Ya. Processed cheese memang bukan racun yang langsung bikin sakit saat dimakan, dan boleh-boleh saja dikonsumsi sesekali.

Tapi, kalau gol Anda adalah mendapatkan manfaat murni dari protein, kalsium, dan nutrisi alami susu tanpa timbunan zat aditif kimia, natural cheese jelas jadi pemenangnya. Intinya sih, Anda harus mulai teliti membaca label. Jangan sampai Anda berniat makan sehat, tapi malah memasukkan produk olahan (ultra-processed) ke dalam tubuh Anda.

Jadi, Bolehkah Makan Keju Saat Diet?

Jawabannya: Tentu saja boleh, asalkan kejunya asli!

Keju murni memang punya kalori dan lemak, tapi kandungan proteinnya justru membantu menjaga nafsu makan Anda tetap stabil. Kalau takarannya pas, keju asli justru bisa jadi booster yang bikin makanan diet Anda terasa jauh lebih nikmat dan memuaskan.

Lagipula, yang sering bikin diet gagal itu biasanya bukan kejunya, melainkan porsi dan temannya.

Coba bandingkan: guyuran saus rasa keju instan yang melimpah (yang penuh minyak dan penguat rasa) di atas ayam goreng tepung, tentu efeknya beda total dengan taburan sedikit keju cheddar alami parut di atas omelet telur atau salad Anda.

Keju sebagai pelengkap menu sehat itu aman, yang bahaya itu kalau dijadikan camilan utama dalam jumlah berlebihan, apalagi kalau jenisnya keju UPF.

Tips Memilih Keju Saat Sedang Diet

Cek label komposisi sebelum membeli keju
Cek label komposisi sebelum membeli keju (Sumber: Dietplus)

Biar Anda bisa tetap enjoy makan keju tanpa dihantui rasa bersalah, coba terapkan tips simpel ini:

🧀 Cek label kemasan, pastikan susu berada di urutan pertama komposisi, bukan air, minyak, atau tepung.

🧀 Utamakan natural cheese kalau Anda pengen nutrisi yang lebih bersih.

🧀 Perhatikan kandungan sodium (garam), terutama kalau Anda punya kecenderungan tekanan darah tinggi atau gampang bengkak (bloated).

🧀 Jadikan keju sebagai pelengkap rasa saja, bukan sebagai hidangan utama.

🧀 Fokus pada pola makan harian secara keseluruhan, jangan malas membaca label makanan demi menghindari produk ultra-proses.

Mulai Cerdas Pilih Real Food Demi Diet Sehat Jangka Panjang!

Kesimpulannya, keju bukan makanan “terlarang” yang harus disingkirkan jauh-jauh saat Anda sedang berjuang menurunkan berat badan. Kuncinya cuma ada tiga: pintar memilih jenisnya (pilih yang real food!), kontrol porsinya, dan perhatikan bagaimana keju itu disajikan dalam piring makan Anda.

Di DietPlus, kami percaya kalau diet yang berhasil itu bukan diet yang menyiksa dengan coret sana-sini atau menghilangkan semua makanan favorit Anda. Diet sehat itu tentang belajar memilih bahan makanan yang lebih berkualitas (real food) dan menikmatinya dalam porsi yang pas untuk tubuh.

Karena itulah, setiap menu di DietPlus sudah dirancang langsung oleh ahli gizi dengan prinsip nutrisi yang seimbang dan porsi yang terukur. Jadi, Anda tetap bisa makan enak dengan tenang sambil pelan-pelan mencapai body goals yang diimpikan!

Klik tombol di bawah untuk cek menu Dietplus dan konsultasi GRATIS.

Info Catering Sehat Dietplus Minggu Ini
Info Menu & Program
Anda akan terhubung dengan whatsapp ahli gizi Dietplus Indonesia
Promo Bandung 60kBanner Promo Healthy Mode
Winda Head Nutritionist of Dietplus Indonesia
Ditulis oleh :
Head of Nutritionist
Winda Nur Aisyah

Ahli gizi bersertifikasi yang sudah berpengalaman 10 tahun merancang menu yang seimbang dan bergizi, memastikan setiap hidangan mendukung kesehatan pelanggan.

Editorial oleh :
SEO Specialist
Widiyanti Rusana
Praktisi SEO berpengalaman luas dalam bidang optimasi mesin pencari (SEO) dan digital marketing, juga menjadi pembicara di berbagai SEO Event skala lokal & global.
Daftar Isi :
Promo Bandung 60kBanner Promo Healthy Mode
Daftar Isi Artikel