Artikel ini membahas fakta medis seputar GERD yang sering disalahpahami sebagai penyebab kematian atau penyakit jantung. Melalui penjelasan yang lurus dan berbasis medis, ZenPlus diajak memahami bahwa GERD tidak menyebabkan kematian mendadak maupun penyakit jantung, serta mengenali perbedaan gejalanya dengan serangan jantung. Artikel ini juga menekankan pentingnya pengelolaan GERD yang tepat, terutama melalui pola makan yang teratur dan konsisten.
Manfaat Membaca Artikel Ini untuk ZenPlus
- Meluruskan mitos GERD dan kematian mendadak
- Membantu mengenali perbedaan GERD dan serangan jantung
- Mengurangi cemas dan overthinking akibat informasi yang keliru
- Mengetahui faktor risiko nyata serangan jantung
- Memahami peran pola makan dalam mengontrol GERD
- Menjadi dasar untuk mengelola GERD secara lebih tepat dan rasional
ZenPlus, baru-baru ini jagat maya dikejutkan dengan kabar duka seorang influencer muda Lula Lahfah, yang meninggal dunia secara mendadak karena komplikasi penyakit yang dideritanya.
Dari berbagai pemberitaan, disebutkan bahwa almarhum memiliki riwayat sakit GERD, sementara penyebab kematiannya dikaitkan dengan henti jantung.
Karena hal tersebut, kemudian banyak orang—terutama yang juga punya keluhan GERD—jadi ikut kepikiran. Sampai muncul pertanyaan yang cukup sering ditanyakan akhir-akhir ini: apakah GERD bisa menyebabkan sakit jantung atau bahkan kematian?
Supaya nggak terjadi salah paham yang berlarut-larut, kita perlu membedakan mana fakta medis dan mana yang sebenarnya kesalahpahaman mengenai GERD dan penyakit jantung.
Apakah GERD Bisa Menyebabkan Kematian?
Kalau dilihat secara medis, GERD tidak bisa langsung dikategorikan sebagai penyebab kematian. GERD adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan iritasi.
Fokus masalahnya ada di sistem pencernaan, bukan pada organ vital seperti jantung.
Kalaupun GERD dibiarkan tanpa penanganan dalam waktu sangat lama, komplikasinya biasanya:
- berjalan pelan
- cenderung kronis
- dan jarang sekali sampai ke kondisi yang fatal
Jadi, GERD bukan penyakit yang tiba-tiba bikin seseorang meninggal mendadak, lho.
Lalu, Apakah GERD Bisa Menyebabkan Penyakit Jantung?
Jawabannya tidak.
Dokter spesialis jantung dr. Bobby Arfhan Anwar SpJP(K) juga menegaskan bahwa GERD tidak menyebabkan penyakit jantung.
Yang sering terjadi justru sebaliknya.
Di beberapa kasus, serangan jantung malah disangka sebagai GERD atau sakit maag, karena keluhan awalnya terasa mirip.
Kenapa Serangan Jantung Bisa Terasa Seperti Sakit Maag?

Pada kondisi tertentu, terutama serangan jantung tipe STEMI inferior, nyeri tidak selalu muncul di dada seperti yang sering dibayangkan.
Keluhannya bisa terasa di ulu hati, sehingga sekilas memang mirip banget dengan sakit maag atau GERD.
Hal ini bisa terjadi karena:
- Serangan mengenai pembuluh darah koroner kanan
- Suplai oksigen ke bagian bawah jantung berkurang
- Area tersebut posisinya berdekatan dengan lambung
Akibatnya, keluhan awal yang dirasakan bisa berupa nyeri ulu hati, bukan nyeri dada yang khas.
Perbedaan Nyeri GERD dan Serangan Jantung

Keluhan nyeri ulu hati memang bisa bikin bingung, apalagi kalau sebelumnya sering kambuh maag atau GERD. Tapi meski di awal terasa mirip, nyeri akibat serangan jantung punya karakter yang berbeda dan perlu diwaspadai.
Pada serangan jantung, nyeri biasanya:
- Terasa jauh lebih berat
- Tidak membaik meskipun sudah ganti posisi atau minum obat maag
- Disertai keringat dingin
- Pusing hebat
- Mual berat
- Bahkan bisa sampai pingsan
Kalau kondisi seperti ini muncul—terutama pada orang dengan faktor risiko—jangan ditunda, harus segera dibawa ke IGD.
Siapa yang Berisiko Mengalami Serangan Jantung?
ZenPlus, serangan jantung umumnya nggak terjadi tiba-tiba tanpa sebab. Kondisi ini lebih sering dialami oleh orang dengan faktor risiko yang berlangsung lama dan tidak terkontrol, terutama yang berkaitan dengan gaya hidup dan kondisi metabolik.
Beberapa faktor risiko utama antara lain:
- Merokok
- Hipertensi
- Diabetes
- Kolesterol tinggi
- Usia lanjut
- Gaya hidup sedentary atau kurang aktivitas fisik
Jadi, maag atau GERD bukan penyebab serangan jantung. Serangan jantung terjadi karena akumulasi faktor risiko tersebut dalam jangka panjang.
Jadi, Penderita GERD Perlu Takut Meninggal Mendadak?
Tidak perlu.
Memiliki GERD tidak berarti seseorang berisiko meninggal mendadak.
Namun, ZenPlus juga perlu paham bahwa ini bukan alasan untuk mengabaikan keluhan. GERD dan maag tetap perlu dikelola dengan baik karena jika dibiarkan, kondisinya bisa:
- Mengganggu kualitas hidup
- Mengganggu pola tidur
- Menjadi kronis bila tidak ditangani dengan tepat
Pendekatannya bukan rasa takut, tapi pengelolaan yang konsisten dan terarah.
Kunci Mengelola GERD Ada di Pola Makan

Dalam praktik gizi, pola makan punya peran besar dalam mengontrol GERD. Bukan cuma soal apa yang dimakan, tapi juga bagaimana dan kapan makannya.
Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan:
- Jadwal makan teratur
- Porsi sesuai kebutuhan
- Menghindari makanan pemicu asam lambung
- Olahan rendah lemak dan mudah dicerna
- Tidak makan berlebihan di malam hari
Kalau pola makannya masih berantakan, obat saja sering kali nggak cukup untuk mencegah kekambuhan.
Program Catering Dietplus untuk Penderita GERD
Pada kenyataannya, mengelola GERD memang tidak cukup hanya mengandalkan obat. Konsistensi pola makan justru menjadi tantangan terbesar, apalagi untuk yang aktivitasnya padat.
Karena itu, Dietplus menyediakan program catering khusus untuk penderita GERD, dengan menu yang:
- Dirancang oleh ahli gizi
- Aman untuk lambung
- Tetap seimbang dan praktis
- Membantu menjaga pola makan secara konsisten
👉 Klik tombol dibawah, konsultasikan kebutuhan Anda dan cek program Dietplus yang sesuai, supaya GERD lebih terkontrol tanpa perlu ribet mengatur menu setiap hari.








